Indosterling Aset Manajemen Luncurkan Produk Investasi dengan Amal

PT IndoSterling Aset Manajemen (IAM) menawarkan Philanthropy Management, yang merupakan penggabungan produk investasi, dengan kesempatan untuk mendonasikan dana untuk misi sosial dan tujuan kemanusiaan.

Dalam project ini, IAM bekerjasama tiga yayasan/organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yakni Vertical Rescue Indonesia (VRI), Yayasan Pita Kuning, dan Rumah Faye.

Abraham Bastari, Komisaris Utama Indosterling Aset Manajemen, menyebutkan, dalam program ini, pihaknya berupaya memperkenalkan IAM yang baru berdiri kurang lebih 6 bulan buat berkontribusi ke ekosistem yang lebih luas dengan melakukan investasi sekaligus beramal.

“Umur kami baru sekitar 6 bulan, pelan-pelan mengumpulkan sejumlah dana yang dapat dikelola. Diharapkan dikembangkan dan disalurkan ke dampak sosial,” ucap Abraham‎ pada waktu peluncuran Philanthropy Management di Samisara Grand Ballroom Sopo Del Tower, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

IAM adalah perusahaan pengelola investasi pertama di Indonesia yang menawarkan Philanthropy Management dengan nama Investasi Sambil Beramal.

Terdapat tiga pilihan paket investasi yang bisa dipilih oleh investor.

Pertama, investasi Berbagi Luhur, sejumlah limapuluh persen dari management fee investasi disumbangkan sebagai donasi untuk yayasan benefisiari yang dipilih.

Kedua, Investasi Berbagi Tulus, di mana hasil investasi didonasikan ke yayasan benefisiari yang dipilih.

Serta ketiga, Investasi Berbagi Mulia, di mana dana sumbangan seutuhnya diinvestasikan atas nama yayasan benefisiari yang dipilih.

William Henley, Founder IndoSterling Group dan Komisaris IndoS‎terling Aset Manajemen, mengatakan, investasi sambil beramal lahir dari prinsip kami, yaitu Creating Value Beyond.

“Komitmen kami yaitu menghadirkan nilai lebih bagi asset yang kami kelola. Baik nilai lebih untuk kesejahteraan dan masa depan, juga nilai lebih untuk berkontribusi bagi tujuan sosial, kemanusiaan, dan dunia yang lebih baik,” lanjut William.

BACA JUGA :Indosterling Aset Manajemen Tawarkan 3 Paket Investasi Plus Beramal

 

 

Tags: , ,

Indosterling Terbitkan 3 Paket Investasi Plus Beramal

PT IndoSterling Aset Manajemen (IAM) menawarkan Philanthropy Management, yang merupakan penggabungan paket investasi, dengan kesempatan untuk mendonasikan dana untuk misi sosial atau tujuan kemanusiaan.

Dalam project ini, IAM menggandeng tiga yayasan/organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yakni Vertical Rescue Indonesia (VRI), Yayasan Pita Kuning, dan Rumah Faye.

Abraham Bastari, Komisaris Utama Indosterling Aset Manajemen, menyampaikan, dalam program ini, pihaknya berupaya memperkenalkan IAM yang baru berdiri kurang lebih 6 bulan untuk berkontribusi ke ekosistem yang lebih luas dengan melakukan investasi sekaligus beramal.

“Umur kami baru sekitar 6 bulan, pelan-pelan menghimpun sejumlah dana yang bisa dikelola. Diharapkan dikembangkan serta disalurkan ke dampak sosial,” kata Abraham‎ pada waktu peluncuran Philanthropy Management di Samisara Grand Ballroom Sopo Del Tower, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

IAM adalah perusahaan manajemen investasi pertama di Indonesia yang menawarkan Philanthropy Management dengan nama Investasi Sambil Beramal.

Terdapat 3 jenis produk investasi yang bisa dipilih oleh investor.

Pertama, investasi Berbagi Luhur, sekitar 50 persen dari management fee investasi disumbangkan sebagai donasi buat yayasan benefisiari yang dipilih.

Kedua, Investasi Berbagi Tulus, di mana return investasi disumbangkan ke yayasan benefisiari yang dipilih.

Dan ketiga, Investasi Berbagi Mulia, di mana dana donasi seutuhnya diinvestasikan atas nama yayasan benefisiari yang dipilih.

William Henley, Founder IndoSterling Group dan Komisaris IndoS‎terling Aset Manajemen, menyatakan, investasi sambil beramal lahir dari prinsip kami, yaitu Creating Value Beyond.

“Komitmen kami adalah menghadirkan value lebih bagi asset yang kami kelola. Baik nilai lebih buat kesejahteraan serta masa depan, juga nilai lebih untuk berkontribusi bagi tujuan sosial, kemanusiaan, dan dunia yang lebih baik,” lanjut William.

BACA JUGA :Indosterling Aset Manajemen Tawarkan 3 Paket Investasi Plus Beramal

 

 

Tags: , ,

Indosterling Luncurkan Produk Investasi dengan Amal

PT IndoSterling Aset Manajemen (IAM) meluncurkan Philanthropy Management, yang merupakan penggabungan produk investasi, dengan peluang untuk mendonasikan dana untuk misi sosial dan tujuan kemanusiaan.

Dalam project ini, IAM menggandeng tiga yayasan/organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yakni Vertical Rescue Indonesia (VRI), Yayasan Pita Kuning, dan Rumah Faye.

Abraham Bastari, Komisaris Utama Indosterling Aset Manajemen, menyebutkan, dalam program ini, pihaknya berusaha memperkenalkan IAM yang baru berdiri kurang lebih enam bulan untuk berkontribusi ke ekosistem yang lebih luas dengan melakukan investasi sekaligus beramal.

“Umur kami baru sekitar enam bulan, pelan-pelan menggalang sejumlah dana yang bisa dikelola. Diharapkan dikembangkan dan disalurkan ke impact sosial,” ucap Abraham‎ saat peluncuran Philanthropy Management di Samisara Grand Ballroom Sopo Del Tower, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

IAM adalah perusahaan pengelola investasi pertama di Indonesia yang menawarkan Philanthropy Management dengan nama Investasi Sambil Beramal.

Terdapat tiga jenis paket investasi yang dapat dipilih para investor.

Pertama, investasi Berbagi Luhur, sejumlah limapuluh persen dari management fee investasi disumbangkan sebagai donasi buat yayasan benefisiari yang dipilih.

Kedua, Investasi Berbagi Tulus, di mana return investasi didonasikan ke yayasan benefisiari yang dipilih.

Dan ketiga, Investasi Berbagi Mulia, di mana dana sumbangan semuanya diinvestasikan atas nama yayasan benefisiari yang dipilih.

William Henley, Founder IndoSterling Group dan Komisaris IndoS‎terling Aset Manajemen, mengatakan, investasi sambil beramal lahir dari filosofi kami, yakni Creating Value Beyond.

“Komitmen kami adalah menghadirkan nilai lebih bagi asset yang kami kelola. Baik nilai lebih buat kesejahteraan serta masa depan, juga nilai lebih untuk berkontribusi bagi tujuan sosial, kemanusiaan, dan dunia yang lebih baik,” kata William.

BACA JUGA :Indosterling Aset Manajemen Tawarkan 3 Paket Investasi Plus Beramal

 

 

Tags: , ,

Indosterling Satukan Produk Investasi dengan Amal

PT IndoSterling Aset Manajemen (IAM) meluncurkan Philanthropy Management, yang merupakan penggabungan paket investasi, dengan kesempatan untuk mendonasikan dana untuk misi sosial dan tujuan kemanusiaan.

Dalam project ini, IAM menggandeng tiga yayasan/organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yakni Vertical Rescue Indonesia (VRI), Yayasan Pita Kuning, dan Rumah Faye.

Abraham Bastari, Komisaris Utama Indosterling Aset Manajemen, menyebutkan, dalam program ini, pihaknya berusaha memperkenalkan IAM yang baru berdiri kurang lebih enam bulan buat berkontribusi ke ekosistem yang lebih luas dengan melakukan investasi sekaligus beramal.

“Umur kami baru sekitar 6 bulan, pelan-pelan menggalang sejumlah dana yang bisa dikelola. Diharapkan dikembangkan dan disalurkan ke dampak sosial,” ucap Abraham‎ pada waktu peluncuran Philanthropy Management di Samisara Grand Ballroom Sopo Del Tower, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

IAM adalah perusahaan pengelola investasi pertama di Indonesia yang menawarkan Philanthropy Management dengan nama Investasi Sambil Beramal.

Terdapat tiga jenis paket investasi yang dapat dipilih para investor.

Pertama, investasi Berbagi Luhur, sekitar limapuluh persen dari management fee investasi disumbangkan sebagai donasi buat yayasan benefisiari yang dipilih.

Kedua, Investasi Berbagi Tulus, di mana hasil investasi disumbangkan ke yayasan benefisiari yang dipilih.

Serta ketiga, Investasi Berbagi Mulia, di mana dana donasi semuanya diinvestasikan atas nama yayasan benefisiari yang dipilih.

William Henley, Founder IndoSterling Group dan Komisaris IndoS‎terling Aset Manajemen, menyatakan, investasi sambil beramal lahir dari filosofi kami, yakni Creating Value Beyond.

“Komitmen kami adalah menghadirkan nilai lebih bagi asset yang kami kelola. Baik nilai lebih buat kesejahteraan serta masa depan, juga nilai lebih buat berkontribusi bagi tujuan sosial, kemanusiaan, dan dunia yang lebih baik,” kata William.

BACA JUGA :Indosterling Aset Manajemen Tawarkan 3 Paket Investasi Plus Beramal

 

 

Tags: , ,

Indosterling Aset Manajemen Tawarkan 3 Paket Investasi Plus Beramal

PT IndoSterling Aset Manajemen (IAM) menawarkan Philanthropy Management, yang merupakan penggabungan produk investasi, dengan peluang buat mendonasikan dana untuk misi sosial atau tujuan kemanusiaan.

Dalam project ini, IAM bekerjasama tiga yayasan/organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yakni Vertical Rescue Indonesia (VRI), Yayasan Pita Kuning, dan Rumah Faye.

Abraham Bastari, Komisaris Utama Indosterling Aset Manajemen, menyebutkan, dalam program ini, pihaknya berupaya memperkenalkan IAM yang baru berdiri kurang lebih enam bulan buat berkontribusi ke ekosistem yang lebih luas dengan melakukan investasi sekaligus beramal.

“Umur kami baru sekitar 6 bulan, pelan-pelan menghimpun sejumlah dana yang bisa dikelola. Diharapkan dikembangkan serta disalurkan ke dampak sosial,” kata Abraham‎ pada saat peluncuran Philanthropy Management di Samisara Grand Ballroom Sopo Del Tower, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

IAM adalah perusahaan manajemen investasi pertama di Indonesia yang menawarkan Philanthropy Management dengan nama Investasi Sambil Beramal.

Terdapat tiga pilihan produk investasi yang dapat dipilih para investor.

Pertama, investasi Berbagi Luhur, sejumlah limapuluh persen dari management fee investasi disumbangkan sebagai donasi untuk yayasan benefisiari yang dipilih.

Kedua, Investasi Berbagi Tulus, di mana return investasi disumbangkan ke yayasan benefisiari yang dipilih.

Serta ketiga, Investasi Berbagi Mulia, di mana dana sumbangan semuanya diinvestasikan atas nama yayasan benefisiari yang dipilih.

William Henley, Founder IndoSterling Group dan Komisaris IndoS‎terling Aset Manajemen, menyatakan, investasi sambil beramal lahir dari prinsip kami, yakni Creating Value Beyond.

“Komitmen kami yaitu menghadirkan value lebih bagi asset yang kami kelola. Baik nilai lebih buat kesejahteraan serta masa depan, juga nilai lebih buat berkontribusi bagi tujuan sosial, kemanusiaan, dan dunia yang lebih baik,” lanjut William.

BACA JUGA :Indosterling Aset Manajemen Tawarkan 3 Paket Investasi Plus Beramal

 

 

Tags: , ,

LOKAMEDIA APLIKASI POWERED BY INDOSTERLING

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini telah menjadi bahasan banyak pihak dan berbagai upaya membantu mereka telah diluncurkan. UMKM bahkan telah menjadi agenda pemerintah baik pusat maupun daerah melalui berbagai skema, berupa bantuan permodalan hingga teknis. Kalangan non pemerintah juga telah banyak membantu memberdayakan kalangan pengusaha UMKM.

Namun demikian ternyata UMKM  masih kerap menghadapi kendala, salah satunya adalah  untuk mendapatkan pelanggan potensial atau pembeli. Pelaku UMKM mempoleh share pasar untuk produknya terbentur oleh kemampuan mengakses pasar yang terbatas.

Kondisi ini tak lepas dari pengamatan Sean William Hanley William Henley CEO Indosterling Group, yang mencoba mencarikan solusi persoalan ini. Setelah berdiskusi dengan berbagai pihak baik kolega dan pelaku UMKM, William memutuskan untuk membangun sebuah aplikasi sebagai solusi persoalan diatas, dengan meluncurkan Lokamedia. 

Lokamedia adalah Aplikasi besutan dari PT Indosterling Technomedia ini memudahkan penggunanya, menemukan barang atau jasa yang terdekat dari lokasi pencarian. Lokamedia sebuah hyperlocal directory yang akan menghubungkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan potential consumer/buyer mereka. Mobile application ini memudahkan penggunanya, menemukan barang atau jasa yang terdekat dari lokasi pencarian. 

Aplikasi yang lahir dari tangan PT Indosterling Technomedia, perusahaan milik Indosterling Group yang bergerak di industri teknologi informasi ini bukan sekadar directory engine melainkan diharapkan juga turut berperan menumbuhkan perekonomian terutama UMKM.

“Berbeda dengan e-commerce, Lokamedia bisa menjadi media komunikasi pemasaran, sesuai objektif dari setiap UMKM,” kata William Henley CEO Indosterling Group dalam siaran persnya.

Menurut William, dengan aplikasi directory engine ini pihaknya dapat turut berperan menumbuhkan perekonomian terutama UMKM. Lokamedia bahkan memberi coaching dan pendampingan bagi UMKM, lewat berbagai event, juga melalui kanal digital dan media social.

Untuk mempercepat diseminasinya, Lokamedia juga telah meresmikan  pembukaan Kantor Lokamedia Centre Bali di Jalan Mahendradata, Denpasar. “Teknologi inilah yang membuat Lokamedia menjadi media promosi dan publikasi efektif, efisien, dan terjangkau. Efektif karena UMKM bisa menentukan sendiri target yang diinginkan berdasarkan lokasi, juga efisien karena tidak ada spill-over target di luar objective UMKM, serta terjangkau karena dengan menggunakan Lokamedia sebagai sarana promosi dan publikasi, sehingga UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya besar seperti jika beriklan secara tradisional,” jelas William Henley, founder Lokamedia.

Saat ini Lokamedia juga telah menggandeng Infobank untuk berkolaborasi mendukung tumbuh kembang UMKM yang lebih baik.Tujuannya memperluas jaringan dan membuka gerbang investasi dari penanam modal di lingkungan keuangan dan perbankan juga kepada UMKM.

Aplikasi LokaMedia, telah tersedia di Google Play Store sejak April 2014 dan melakukan pembaruan di Agustus 2015. Bila mengunduh aplikasi ini, pengguna android dapat memanfaatkannya untuk menemukan barang/jasa yang dibutuhkan, dalam radius 0-20 km, dan penawaran terbaik dari UMKM di sekitarnya.

 “Selain Jakarta, kantor Lokamedia di Bali ini adalah cabang pertama dan selanjutnya akan diikuti dengan pembukaan kantor lainnya di Yogyakarta dan Bandung. Tiga kota besar di Indonesia ini sengaja dipilih, karena merupakan sentra-sentra UKM di Indonesia,” ujar William Henley, didampingi Robby Wijono, ST., selaku Branch Manager Lokamedia Bali.

Saat ini di Indonesia lebih dari 150 ribu-an pelaku bisnis telah  terdaftar di Lokamedia dan targetnya dua tahun mendatang terdaftar satu juta UMKM. Lokamedia juga memberikan pendampingan usaha bagi pelaku UMKM melalui berbagai support, tak hanya dalam bentuk platform digital, tetapi juga secara fisik mendampingi tumbuh kembang UMKM secara intensif melalui serangkaian program dan kegiatan.

Robby Wijono, menambahkan, Lokamedia juga berpartner dengan perbankan, selain bermitra dengan UKM,  sehingga dapat mengakselerasi usaha UKM yang bersangkutan. Kehadiran Lokamedia Bali diharapkan menjadi activity centre dan coaching clinic bagi UMKM Bali.

Tags: , ,

Indosterling Technomedia Telah Hadir di Bursa Efek Sejak Juni 2020

Anak perusahaan Indosterling Group, PT Indosterling Technomedia Tbk, sejak Juni 2020 telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui proses penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Meski masih dalam keadaan pandemic Covid-19, ternyata animo masyarakat cukup baik untuk mengkoleksi saham ini. Tercatat bahwa pada harga pembukaan Rp.160 persaham harga saham TECH telah melonjak 35 persen ke Rp 216. Saat ini pergerakan harga tech pertanggal 11 Decemer 2020 tercatat paling tinggi di titik 310.  Diharapkan nilai TECH akan terus meningkat seiring dengan berhasilnya program Pemulihan Ekonomi Nasional serta sentimen positif bursa belakangan ini.

“Untuk kondisi pasar saat ini posisi harga cukup bagus dan layak dikoleksi ”, menurut Ahaddin Sibarani trader yang biasa aktif di bursa.

Untuk diketahu bahwa Emiten berkode TECH ini telah menawarkan 251.300.000 saham atas nama atau sebanyak-banyaknya 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga pencatatan perdana sebesar Rp160 pada waktu IPO (Initial Public Offering).

Dana hasil dari Penawaran Umum Perdana Saham yang akan diterima oleh Perseroan, setelah dikurangi biaya-biaya emisi adalah sekitar Rp35 miliar. Perusahan juga mengumumkan bahwa dana tersebut akan dipergunakan sebagai modal kerja dan entitas anak dengan persentase sebagai berikut :

1. Sekitar 58,00% akan dialokasikan ke PT Technomedia Sarana Semesta. Entitas anak Perseroan memiliki bidang usaha berupa IT consulting and platform development.

2. Sekitar 22,00% akan dialokasikan ke Perseroan.

3. Sekitar 20,00% akan dialokasikan ke entitas anak Perseroan yang bergerak di bidang  penyediaan solusi teknologi yang terintegrasi khususnya di industri food & beverage yaitu PT Technomedia Multi Sejahtera.

Selain itu Direktur Utama Perseroan Billy Andrian pada kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa kehadiran Indosterling Technomedia diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk semakin menyukseskan program Yuk Nabung Saham! yang digagas oleh Bursa Efek Indonesia. Hal ini di amini oleh Komisaris Utama Perseroan, Sean Hanley Willian yang turut hadir pada acara tersebut.

Sebagai informasi, Yuk Nabung Saham (YNS) merupakan kampanye yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli Saham secara rutin dan berkala. Yuk Nabung Saham (YNS) merupakan kampanye untuk mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli Saham secara rutin dan berkala. Kampanye ini dimaksudkan agar merubah kebiasaan masyarakat Indonesia dari kebiasaan menabung menjadi berinvestasi, sehingga masyarakat Indonesia mulai bergerak dari saving society menjadi investing society. Kampanye Yuk Nabung Saham ini diluncurkan pada tanggal 12 November 2015 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Muhammad Jusuf Kalla di Main Hall Gedung Indonesia Stock Exchange.

Lebih lanjut Andrian menyampaikan, dengan adanya saham TECH dapat menambah alternatif pilihan investasi saham serta memberikan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk dapat turut memiliki perusahaan melalui bursa.

Oleh karena itu, Perseroan, senantiasa akan menerapkan langkah-langkah pengelolaan perusahaan secara baik dan benar agar dapat melangkah sebagai perusahaan publik yang transparan dan bertanggung jawab kepada seluruh pihak-pihak terkait. TECH sendiri pada kesempatan penawaran perdanan (IPO), telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Sedangkan PT Philip Sekuritas dan PT Semesta Indovest bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek.

Tags: , , ,

Mengenal KAWN, Aplikasi Kasir Online

Yuk mengenal KAWN sebuah aplikasi kasir online terlengkap yang secara khusus  ditujukan untuk bisnis kuliner.  Dengan fitur melimpah serta harga bersahabat  buat pemilik bisnis kuliner. Mengingat perkembangan bisnis kuliner yang semakin bergairah di Tanah Air Indonesia.

KAWN adalah sebuah aplikasi kasir online besutan PT Technomedia Multi Sejahtera salah satu perusahaan yang bernaung di bawah IndoSterling Group.  KAWN ini sudah dirilis pada Kamis, medio 2018 lalu dengan mengadakan rangkaian launching, talkshow dan product demo. Pada kesempatan tersebut, KAWN telah mengundang deretan tamu seperti pemilik bisnis, chef, barista dan industry expert. Jadi bila dihitung hingga Desember 2020, kini KAWN telah berusia 2 tahun lebih, cukup matang di bidang yang digelutinya.

Lebih jauh pengusung KAWN adalah PT Technomedia Multi Sejahtera yang di nakhodai oleh Sean William Henley, nama yang tidak asing lagi di dunia bisnis terutama dunia Investasi. Perseroan juga dibantu oleh Head of Operation IndoSterling Group yang juga bertindak sebagai direktur operasional Sunggoro Tjan. Pada kesempatan peluncuran kala itu  menjelaskan bahwa, Kawn memberikan banyak kemudahan dengan berbagai fitur unggulan KAWN.

KAWN adalah aplikasi kasir online pendamping bisnis F&B yang memberikan fitur-fitur yang sangat dibutuhkan oleh para pebisnis. Fitur-fitur unggulan tersebut meliputi, Real Time Notification, Custom Receipt, Custom Order, Promo Display and Table Management yang bisa memudahkan pengelola bisnis F&B, bahkan untuk bisnis multi-outlet sekalipun.

Baca Selengkapnya Tags: , ,

Indosterling mematok dana kelolaan Rp duaratus milyar di akhir 2019

Indosterling

IndoSterling Aset Manajemen mematok mampu menghimpun total dana kelolaan atau asset under management (AUM) sekitar Rp duaratus miliar hingga akhir 2019 ini.

Pimpinan IndoSterling Asset Manajemen Fitzgerald Stevan Purba menyampaikan, target dana kelolaan tersebut lebih bersifat motivasi dan bukan sesuatu yang harus dicapai. Ini mengingat IndoSterling AM masih tergolong pemain baru sebagai sebuah perusahaan manajer investasi. “Perusahaan masih fokus pada pembenahan interna terlebih dahulu,” katanya kepada media, Kamis (29/8).

IndosterlingUntuk saat ini, ia katakan nilai dana kelolaan IndoSterling AM kurang lebih sebesar Rp 30 milyar. Jumlah ini berasal dari reksadana pasar uang dan reksadana saham.

Disebabkan jarak dengan target dana kelolaan masih cukup besar, Stevan mengatakan pihaknya nggak muluk-muluk mengejar target tersebut. Namun, sejumlah upaya tetap dilakukan manajer investasi ini untuk menambah dana kelolaan. Misalnya dengan menawarkan produk baru semisal reksadana terproteksi serta reksadana penyertaan terbatas (RDPT).

Kedua jenis produk reksadana ini dinilai lebih gampang dalam mendapatkan dana kelolaan dalam jumlah banyak. Ini dengan catatan manajer investasi bisa menggaet pemodal potensial dengan tepat.

Stevan menyampaikan, pihaknya masih menjajaki penawaran kedua reksadana tersebut. Lebih khusus untuk reksadana terproteksi, kondisi pasar obligasi terkini akan sangat mempengaruhi tiap manajer investasi dalam merilis instrumen tersebut.

Apalagi, suku bunga acuan sudah turun 2 kali di tahun ini sehingga berpotensi membuat yield obligasi ikut bergerak turun. “Ketika suku bunga acuan turun, investor justru masih menginginkan yield tinggi. Ini membuat kami perlu waspada sebelum menerbitkan reksadana terproteksi baru,” ungkap nya.

Baca Juga :

Indosterling Asset  akan Mengelola Dana Sebesar Rp 200 Milyar

Tags: , , ,

Indosterling Aset Manajemen Terbitkan Tiga Jenis Investasi Sekaligus Beramal

PT IndoSterling Aset Manajemen (IAM) menawarkan Philanthropy Management, yang merupakan penggabungan produk investasi, dengan peluang buat mendonasikan dana untuk misi sosial atau tujuan kemanusiaan.

Dalam project ini, IAM bekerjasama tiga yayasan/organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yakni Vertical Rescue Indonesia (VRI), Yayasan Pita Kuning, dan Rumah Faye.

Abraham Bastari, Komisaris Utama Indosterling Aset Manajemen, mengatakan, dalam program ini, pihaknya berusaha memperkenalkan IAM yang baru berdiri kurang lebih enam bulan buat berkontribusi ke ekosistem yang lebih luas dengan melakukan investasi sekaligus beramal.

“Umur kami baru sekitar enam bulan, pelan-pelan mengumpulkan sejumlah dana yang dapat dikelola. Diharapkan dikembangkan dan disalurkan ke dampak sosial,” kata Abraham‎ waktu peluncuran Philanthropy Management di Samisara Grand Ballroom Sopo Del Tower, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

IAM adalah perusahaan pengelola investasi pertama di Indonesia yang menawarkan Philanthropy Management dengan nama Investasi Sambil Beramal.

Terdapat tiga pilihan produk investasi yang dapat dipilih para investor.

Pertama, investasi Berbagi Luhur, senilai limapuluh persen dari management fee investasi disumbangkan sebagai donasi buat yayasan benefisiari yang dipilih.

Kedua, Investasi Berbagi Tulus, di mana hasil investasi disumbangkan ke yayasan benefisiari yang dipilih.

Dan ketiga, Investasi Berbagi Mulia, di mana dana sumbangan semuanya diinvestasikan atas nama yayasan benefisiari yang dipilih.

William Henley, Founder IndoSterling Group dan Komisaris IndoS‎terling Aset Manajemen, menyatakan, investasi sambil beramal lahir dari filosofi kami, yaitu Creating Value Beyond.

“Komitmen kami yaitu menghadirkan nilai lebih bagi asset yang kami kelola. Baik nilai lebih buat kesejahteraan serta masa depan, juga nilai lebih untuk berkontribusi bagi tujuan sosial, kemanusiaan, dan dunia yang lebih baik,” kata William.

BACA JUGA :Indosterling Aset Manajemen Tawarkan 3 Paket Investasi Plus Beramal

 

 

Tags: , ,