Asset Manajemen
0

IndoSterling Aset Manajemen mematok dana kelolaan Rp 200 miliar di akhir 2019

IndoSterling Aset Manajemen menargetkan sanggup menghimpun total dana kelolaan atau asset under management (AUM) sekitar Rp duaratus miliar hingga akhir 2019 ini. Direktur IndoSterling AM Fitzgerald Stevan Purba menyebut, target dana kelolaan tersebut lebih bersifat motivasi dan bukan sesuatu yang harus dicapai. Ini mengingat IndoSterling AM masih tergolong pemain baru sebagai perusahaan manajer investasi. “Perusahaan […]

IndoSterling Aset Manajemen menargetkan sanggup menghimpun total dana kelolaan atau asset under management (AUM) sekitar Rp duaratus miliar hingga akhir 2019 ini.

Direktur IndoSterling AM Fitzgerald Stevan Purba menyebut, target dana kelolaan tersebut lebih bersifat motivasi dan bukan sesuatu yang harus dicapai. Ini mengingat IndoSterling AM masih tergolong pemain baru sebagai perusahaan manajer investasi. “Perusahaan masih berfokus pembenahan interna terlebih dahulu,” katanya kepada media, Kamis (29/8).

Indosterling

Indosterling

Pada saat ini, dia katakan nilai dana kelolaan IndoSterling AM kurang lebih sebesar Rp 30 milyar. Jumlah ini berasal dari reksadana pasar uang dan reksadana saham.

Karena jarak dengan target dana kelolaan masih cukup jauh, Stevan mengaku Indosterling tidak muluk-muluk menggapai target tersebut. Namun, sejumlah upaya tetap dilakukan manajer investasi ini untuk menambah dana kelolaan. Contohnya dengan meluncurkan produk baru semisal reksadana terproteksi serta reksadana penyertaan terbatas (RDPT).

Kedua jenis produk reksadana ini dinilai lebih gampang dalam menjaring dana kelolaan dalam jumlah besar. Ini dengan catatan manajer investasi dapat menggaet pemodal potensial secara tepat.

Stevan mengatakan, pihaknya masih menjajaki penerbitan kedua reksadana tersebut. Lebih khusus untuk reksadana terproteksi, kondisi pasar obligasi terkini akan sangat mempengaruhi setiap manajer investasi dalam menerbitkan instrumen tersebut.

Apalagi, suku bunga acuan sudah turun 2 kali pada tahun ini sehingga berpotensi menyebabkan yield obligasi ikut bergerak turun. “Ketika suku bunga acuan turun, investor justru masih menginginkan yield tinggi. Ini membuat kami perlu berhati-hati sebelum meluncurkan reksadana terproteksi baru,” ungkap dia.

 

Baca Juga :

Indosterling Asset  akan Mengelola Dana Sebesar Rp 200 Milyar

 

 

 

There are 0 comments

Leave a comment

Want to express your opinion?
Leave a reply!