Investasi
0

Mari Mengenal Obligasi

Berinvestasi di pasar modal tidak hanya tentang saham. Ada juga hal-hal seperti obligasi atau sekuritas hutang alias surat hutang. Lalu, apakah itu yang dinamakan Obligasi? Tidak seperti saham yang memberikan kepemilikan kepada pemegangnya, obligasi sebenarnya adalah pinjaman yang Anda (investor) berikan kepada perusahaan atau pemerintah. Obligasi adalah surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu […]

Berinvestasi di pasar modal tidak hanya tentang saham. Ada juga hal-hal seperti obligasi atau sekuritas hutang alias surat hutang. Lalu, apakah itu yang dinamakan Obligasi?

Tidak seperti saham yang memberikan kepemilikan kepada pemegangnya, obligasi sebenarnya adalah pinjaman yang Anda (investor) berikan kepada perusahaan atau pemerintah. Obligasi adalah surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau pemerintah dengan nilai nominal dan jatuh tempo tertentu. Meski ada tenggat waktu, bukan berarti obligasi tersebut akan dipegang hingga jatuh tempo, karena sebenarnya obligasi bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

Bonds atau Obligasi atau surat hutang ada terdiri dari beberapa tipe:

1. Obligasi Korporasi, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta nasional termasuk BUMN dan BUMN.

2. Surat Berharga Negara (SUN)  atau surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah sesuai dengan UU No.24 / 2002.

3. Sukuk korporasi, yaitu instrumen pendapatan tetap yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan Bapepam & LK Np. IX.A.13 tentang Efek Syariah.

4. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yaitu surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah berdasarkan syariah Islam sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

5. Efek Beragun Aset (EBA), yaitu efek hutang yang diterbitkan dengan aset dasar sebagai dasar penerbitan.

Semua instrumen tersebut dapat ditransaksikan dan / atau diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia. Obligasi pemerintah dianggap lebih aman karena pemerintah memiliki kekuatan untuk membuat pajak dan mencetak uang. Akan tetapi, bila investor ingin memilih obligasi korporasi, selalu pilih obligasi dengan valuasi tertinggi terlebih dahulu. Tingkat ini menjelaskan risiko bunga atau kegagalan pokok. Level AAA memiliki resiko paling rendah, diikuti oleh AA, A, BBB, dan seterusnya ke D, menandakan bahwa obligasi tersebut default atau gagal bayar.

Yang lebih menarik dari investasi obligasi adalah kita sebagai investor tidak hanya mendapatkan keuntungan dari pembayaran bunga tetap (kupon), tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari capital gain (selisih harga jual dan beli).

There are 0 comments

Leave a comment

Want to express your opinion?
Leave a reply!