Asset Manajemen
0

Indosterling mematok dana kelolaan Rp duaratus miliar di akhir tahun

IndoSterling Aset Manajemen memasang target sanggup menghimpun sejumlah dana kelolaan atau asset under management (AUM) sekitar Rp 200 miliar hingga akhir tahun ini. Direktur IndoSterling Asset Manajemen Fitzgerald Stevan Purba mengatakan, target dana kelolaan tersebut lebih bersifat motivasi dan bukan sesuatu yang wajib dicapai. Ini mengingat IndoSterling AM masih tergolong baru sebagai perusahaan manajer investasi. […]

IndoSterling Aset Manajemen memasang target sanggup menghimpun sejumlah dana kelolaan atau asset under management (AUM) sekitar Rp 200 miliar hingga akhir tahun ini.

Direktur IndoSterling Asset Manajemen Fitzgerald Stevan Purba mengatakan, target dana kelolaan tersebut lebih bersifat motivasi dan bukan sesuatu yang wajib dicapai. Ini mengingat IndoSterling AM masih tergolong baru sebagai perusahaan manajer investasi. “Perusahaan masih fokus pada pembenahan interna terlebih dahulu,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (29/8).

Indosterling

Indosterling

Pada saat ini, dia bilang total dana kelolaan IndoSterling AM kurang lebih sekitar Rp tigapuluh milyar. Nilai ini diperoleh dari reksadana pasar uang dan reksadana saham.

Disebabkan jarak dengan target dana kelolaan masih cukup jauh, Stevan mengatakan Indosterling tak muluk-muluk mengejar target tersebut. Namun, sejumlah usaha tetap dilakukan manajer investasi ini buat menambah dana kelolaan. Contohnya dengan meluncurkan produk baru seperti reksadana terproteksi serta reksadana penyertaan terbatas (RDPT).

Kedua jenis produk reksadana ini dinilai lebih mudah dalam mendapatkan dana kelolaan dalam jumlah banyak. Ini dengan catatan manajer investasi dapat menggaet investor potensial dengan tepat.

Stevan menyampaikan, pihaknya masih menjajaki penawaran kedua reksadana tersebut. Lebih khusus buat reksadana terproteksi, situasi pasar obligasi terkini akan sangat mempengaruhi setiap manajer investasi dalam merilis instrumen tersebut.

Apalagi, suku bunga acuan sudah turun 2 kali di tahun ini sehingga berpotensi menyebabkan yield obligasi ikut bergerak turun. “Ketika suku bunga acuan turun, investor justru masih menginginkan yield tinggi. Ini membuat kami perlu waspada sebelum meluncurkan reksadana terproteksi baru,” ungkap dia.

 

Baca Juga :

Indosterling Asset  akan Mengelola Dana Sebesar Rp 200 Milyar

 

 

 

There are 0 comments

Leave a comment

Want to express your opinion?
Leave a reply!